Tubuh Sehat Dengan Makanan Bergizi Sesuai Ajaran Islam

  • 17 August 2022
  • Admin

Tubuh sehat dengan makanan bergizi sesuai ajaran islam. di dalam islam makanan yang bergizi adalah jenis makanan yang sesuai dengan kebiasaan kaumnya selama makanan tersebut tidak menyebabkan bahaya dan melanggar syariat.  Ada sebagian ulama yang menjelaskan kalau sunnah memakan jenis makanan apa yang ada dan mudah di dapatkan di  negerinya / kaum nya. Itulah secara umum.

Di dalam syariat islam terdapat anjuran secara khusus , yaitu sunnah memakan kurma (ajwah) 7 buah di pagi hari supaya kita bisa terhindar dari sihir, namun tidak berarti kita mengganti jenis makanan dan pola makan dari kebiasaan kaum tersebut. Dalam kesehatan terdapat jenis makanan khusus untuk tujuan tertentu. Contohnya dalam diet khusus untuk menurunkan berat badan, diet khusus untuk penyakit ini,  namun untuk menjadi pola hidup maka makanan tersebut dapat disesuaikan dengan kebiasaan kaum setempat (kearifan lokal)  yang sudah sesuai dengan bimbingan para ahli kesehatan terutama ahli gizi.

Sebagai contoh , kalau masyarakat Indonesia  makanan pokoknya adalah nasi sejak dari kecil dan selalu nasi dari kecil,  jadi itulah makanan kebiasaan  kaumnya, sebaiknya tidak mengganti makanan nasi dengan makan buah kurma

Dalil  jenis makanan dan Pola makan

Dalil yang menunjukkan kalau jenis makanan bergizi atau pola makan yang sesuai dengan kebiasaan kaumnya Hadits dari Ibnu Abbas berkata,

“Khalid bin Al-Walid  mengabarkan kepada beliau bahwasanya beliau bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk menemui Maimunah (istri Nabi) dan Maimunah adalah bibi nya Khalid dan juga bibi nya Ibnu Abbas. Maka Khalid mendapati ada dhab(semacam hewan berbentuk iguana-pen) yang dipanggang (diatas batu panas). Lalu Dhab tersebut pun dihidangkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Nabi pun mengangkat tangannya tidak menyentuh dhab. Maka Khalid bertanya, “Apakah dhab itu haram wahai Rasulullah?’. Nabi berkata, “Tidak, akan tetapi dhab tidak ada di kampung kaumku, maka aku mendapati diriku tidak menyukainya”. Khalid berkata, “Aku Pun mengambilnya lalu menyantapnya, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hanya memandang kepadaku” [HR Al-Bukhari no 5391]

pada riwayat Muslim rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  mengatakan itu bukanlah jenis makanan beliau,

“Makanlah oleh kalian, karena sesungguhnya daging ini halal. Akan tetapi bukan dari makananku” [HR. Muslim no. 3608]

Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan kalau  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan makan dhab karena tidak terbiasa makan dhab dan bukan termasuk makanan kaumnya. Beliau berkata,

“Dalam hadits ini semuanya terdapat penjelasan sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan makan dhab karena beliau tidak terbiasa memakan dhab.” [Fathul Bari 9/580]

MAKAN APA SAJA ASALKAN HALAL DAN THAYYIB

Dalam urusan makan perlu ditekankan kalau eis makanan dan pola makanan adalah sesuai dengan kebiasaan umum.  Islam mengajarkan silahkan memakan apa saja asalkan halal dan thayyib dan inti utamanya adalah Tidak Berlebihan.

Allah Berfirman:

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Ibnu Katsir menjelaskan tafsir ayat ini,

“Sebagian salaf berkata bahwa Allah telah mengumpulkan semua ilmu kedokteran pada setengah ayat ini.” [Tafsir Ibnu Katsir 3/384, Dar Thoybah]

Catatan supaya Hidup Sehat:  Supaya hidup sehat, kita bukan hanya memperhatikan makanan tetapi kita perlu juga memperhatikan juga olahraga dan juga gerak. Kebanyakan orang terlalu fokus ke diet saja namun tidak pernah melakukan olah raga dan bergerak. Orang dahulu mereka makan dengan pola kebiasaan kaumnya ( makan nasi dan sarapan pagi)  dan banyak melakukan kegiatan atau bergerak dan juga melakukan olahraga , maka dari itu mereka selalu tetap sehat